Untuk Iklan, sila klik...

Thursday, October 28, 2010

5 JANJI KITA SETIAP HARI

Sahabat,

Tika fajar menyinsing di ufuk timur, tika manusia masih enak mengharungi denai-denai mimpi yang indah, apabila kokokan mula bersahut-sahutan, masihkah kau ingat pada janjimu kepada tuhanmu, untuk meregangkan urat-urat dan tulang-belulangmu sebagai sebuah senaman semulajadi kepada setiap umat Islam pagi ini. Apakah terlalu berat untuk kau keluar dari pelukan selimut nipismu untuk mengerjakan fardhu subuh berjemaah bersama-sama mukmin yang lain di rumah Allah? Sedangkan di pagi harimu kau mampu bekerja kuat bersiap untuk melaksanakan tugas harianmu. Renungkan...

Sahabat,

Waktu kemuncak harimu kau isi dengan pekerjaan harianmu penuh tekun. Kau laksanakan amanah yang kau galas dengan penuh bersemangat. Kau berinteraksi dengan masyarakat dengan penuh girang. Lantaran itu perlukah kau lupakan lima minitmu untuk kewajipanmu yang lebih besar dan lebih berat? Apakah janjimu tika ini masih terpahat di hatimu? Hanya beberapa ketika kau harus luangkan merehatkan diri dari kesibukan tugasmu dengan berdoa dan bermunajat pada tuhanmu yang mengurniakan rezeki padamu. Apakah janjimu itu kau penuhi? Renungkan...

Sahabat,

Petangmu adalah waktu paling letih dan penat bagimu. Kau bersiap-siap untuk menghentikan tugasmu untuk hari ini. Tatkala menunggu menyambung kerjamu untuk hari esok, apakah kau tidak tertunggu fardhu asar yang telah kau janjikan pada tuhanmu untuk laksanakannya? Rezeki yang kau peroleh dari hasil titik peluhmu, lupakah kamu siapa yang memberikannya? Benarlah fiman tuhanmu, Demi masa (petang), kita di dalam kerugian! Renungkan...

Sahabat,

Bilamana kau berhempas pulas seharian bekerja, kau rehatkan diri di perantara dua waktu. Waktu ini adalah waktu melakukan tugas masing-masing walaupun di dalam satu bumbung. Dan waktu ini juga ada yang leka melayan hidangan menarik dari siaran yang buatkan kau sangat ralit. Hinggakan kau sanggup melewatkan kewajipanmu walaupun waktunya tidak panjang, kau lalai dengannya. Syaitan yang lintang-pukang berlari dari deruan azan, bersorak sorai melihat kealpaanmu dengan hal keduniaan. Renungkan...

Sahabat,

Tika ini kau bersama keluarga tercinta, menikmati hidangan yang disediakan dengan penuh selera. Ketika ini juga kau sekeluarga menceritakan perkara-perkara yang kau jalani siang tadi. Bergurau senda bersama saudara memang indah bila tibanya waktu ini. Tapi lupakah kau pada kewajipanmu yang terakhir dalam hari ini sebelum kau memejamkan mata untuk melepaskan lelah tugasmu seharian. Adakah lengkap harimu tatkala membuka matamu esok pagi tanpa mendirikan isya'? Kau sangka tugasmu di dunia ini telah kau lengkapkan padahal kau tidak ingat pada tugasmu untuk hari akhirat. Renungkan...


Sunday, October 17, 2010

Muhasabah dan berfikir... Kemudian berubahlah...

SURAT DARI SYAITAN UNTUK MU

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktiviti harianmu.

Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu

Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan solat Isha' sebelum berangkat ke tempat tidurmu

Kau benar2 orang yang 'bersyukur', Aku menyukainya

Aku tak dapat mengungkapkan betapa girangnya aku melihatmu tidak mengubah cara hidupmu.

Hai Kekasihku, Kamu millikku.

Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,

dan aku masih belum benar2 mencintaimu .

Malah aku masih membencimu, karena aku benci kepada Allah.

Aku hanya ingin menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.

Dia sudah mencampakkan aku dari syurga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mencapai misiku.

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari kemudian.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,

dan kehidupanmu akan kuhiaskan dengan hiasan neraka.

Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH

Aku benar-benar berterima kasih padamu, kerana aku sudah menunjukkan kepadaNYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani

Kita tonton video maksiat bersama, memaki orang, mencuri, berbohong,bersifat munafik,makan rasuah sekenyang-kenyangya, bergosip, manghakimi orang, memakan riba', tidak hormat pada orang tua ,

Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini semua begitu saja.

Ayuhlah, Hai Kekasihku, kita terbakar bersama, selamanya.

Aku masih memiliki rancangan2 yg hangat untuk kita.

Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan 'TERIMA KASIH' kerana sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.

Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa manjamu padaku.

Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.

Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.

Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong,berjudi,bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini di depan muda mudi dan biarkan mereka menirunya.

Begitulah sifat remaja.

Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.

Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.

Kau pun tahu, aku amat membenci org2 yg suka meminta maaf dan memaafkan orang lain dan juga bertaubat atas dosa-dosa. Jadi tolonglah jangan lakukan perkara sedemikian.

Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukanlah tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, agak berat untuk kau lakukan demikian.

Jangan salah sangka, aku masih tetap belum mencintaimu.

Selagi di hatimu masih sentiasa ingatkan nama Allah yang maha Agung itu.

Related Posts with Thumbnails